dinsdag 19 juni 2012

PUISI


Dan Alam …
Aku mencintaimu … mentari pagi …
Karena, sinarmu menyunggingkan senyum
Bagi penanti hari,
Aku juga mencintaimu…  mentari senja …
Karena, ketika engkau tenggelam
Semua menanti keindahanmu
Tenang … dan bersahaja …
Tapi, bukan berarti aku tidak mencintaimu, malam kelam …
Meski engkau gelap, namun sinar perbintanganmu memancarkan hangat mimpi ,
Dan …
Bukan berarti aku tidak sayang pada hujan
Hujan adalah pentulan syukur
Meski gemericik atau kadang deras datangnya
Ia tetap menyejukkan …
Dan merupakan waktu terkhidmat untuk melantunkan doa…

Dan…
Mendung …
Meski engkau menakutkan,
Tapi kehadiranmu dibutuhkan untuk menggulirkan penat manusia atas alam yang panas ,

Aku … ingin tetap bersama dunia untuk akhiratku
Kini, kisah hidupku tertiup angin nan segar
Dengan semangat tak terlontar
Seperti hariku suatu saat, untukku dan untukmu …

Inner Beauty VS Cantik Saja

Wanita sesuai dengan fitrahnya adalah berusaha tampil cantik, bukan tampil ganteng atau berusaha tampil tampan. Jadi, sebagai wanita yang normal pasti ingin mempercantik dirinya dengan berbagai cara. Dimulai dari pergi ke salon, medicure pedicure, luluran, atau mengkonsumsi obat pemutih kulit, pelangsing, bahkan apapun agar ia terlihat tampil cantik didepan khalayak. Sampai mungkin harus menyediakan shooping time untuk beli baju dan sepatu yang lagi trend-trendnya, kalau gak pake yang lagi trend berarti gak cantik, karena ketinggalan zaman. Pada konteksnya, boleh saja, toh itu untuk diri sendiri juga, tapi jangan sampai berlebihan. Nah ini dia masalahnya kalau yang mau merawat kecantikannya tapi ternyata tidak punya waktu untuk bersalon ria. Apa boleh buat, apa seakan-akan ia kelihatan tidak perduli dengan dirinya karena jarang pergi ke salon. Nanti dulu, ternyata banyak kiat mempercantik diri yang hemat dan gratis. Apa itu ? yaitu mempercantik diri namun memang yang berasal dari diri sendiri pula. Kecantikan yang tidak banyak dimiliki dan pasti akan terlihat beda diantara yang cantik-cantik. Hasilnya ? jangan ragu, tidak akan kalah cantik dengan yang perawatannya lebih mahal.
Secara umum, biasanya yang dikatakan cantik adalah yang modis, keren, up to date, kulitnya putih, tinggi dan langsing. Ternyata, itu pengertian cantik secara kasat mata saja. Ketika semua itu terpenuhi, namun banyak hal yang penting justru tidak terpenuhi seperti misalnya si cantik itu jutek, selalu berpikir negatif terhadap orang, bukannya tidak mungkin, kecantikannya akan luntur secara bertahap karena sikapnya itu.
Disamping merawat diri ke salon, boleh saja, asal tidak berlebihan. Karena pada dasarnya, dalam diri kitapun terdapat salon yang lebih berharga yang harus ditata terlebih dahulu. Nah, ini dia yang dapat menjadi factor utama seseorang dikatakan cantik. Cantik secara lahir dan batin. Dari luar dan dari dalam. Pancarannya akan berbeda dengan seseorang yang hanya mementingkan penampilan luar saja. Yuk, coba kita peragakan hal-hal berikut ini.
Kiat pertama, tersenyumlah, wajah yang senyum akan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang ramah. Secara penelitian, senyum juga dapat menghilangkan kerut-kerut wajah. Karena, kerut pada wajah bisa bersumber dari pikiran yang tegang dan mempengaruhi kelenturan wajah. Senyum adalah salah satu perileks yang efektif tanpa ada efek samping yang bakal membuat wajah rusak. Asal, jangan senyum-senyum sendiri aja.
Selanjutnya, berpikir positif adalah sebuah teori yang melanglang buana akhir-akhir ini, banyak buku yang menampilkan terapi berpikir positif, atau motivator yang selalu menghibau agar audiencenya dapat berpikir positif. Nah, seorang yang ingin cantikpun harus berpikir positif, ia selalu bisa menempatkan pola berpikirnya dengan sekelilingnya. Kata-kata hatinya akan selalu membuat ia semangat dan tidak galau dimana ini akan mempengaruhi orang disekitarnya untuk dapat juga merasakan energi positif yang ia tularkan. Gerak-gerik akan lebih terarah apabila aliran positif selalu melengkapi kualitas pikiran anda.
Kiat lainnya adalah memperhatikan gaya bahasa, seseorang ternyata dapat dinilai karakteritasnya lewat gaya bahasanya. Ia akan menjadi terlihat cantik dengan keanggunan dan kesopanannya dalam berbicara. Ia mampu melihat dengan siapa ia dan dimana ia sedang bicara. Intelektualitas akan menjadi daya tariknya ketika ia bicara dengan bahasa yang sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan. Maka, ternyata cantik juga memerlukan hal yang bersifat kepribadian seperti ini.
Hal menarik lainnya untuk menjadi cantik adalah bersih dan sehat, wanita yang jorok akan terkesan tidak bisa menjaga kebersihannya. Tidak harus langsing, tinggi atau keren. Tapi, kalau ia bersih, wangi dan selalu terlihat fresh wajahnya, maka orang lainpun tidak akan sungkan untuk dekat dengannya.
Inner Beauty atau kecantikan dari dalam merupakan hal istimewa yang dianugerahkan Tuhan kepada pemiliknya. Ia yang memilikinya akan mempunyai keseimbangan dalam lahir batinnya. Seorang yang cantik karena perilakunya akan lebih dihargai dan dihormati, karena kecantikan dari dalam tidak akan pudar seiring berjalannya waktu, tapi kecantikan yang berasal dari luar saja akan cepat hilang bila tidak disempurnakan dengan kecantikan dari dalam hati.
Begitulah cantik, banyak orang yang mengkalkulasikan cantik sebagai keindahan, ya benar, keindahan yang terlihat dan terpancar itulah kecantikan yang sesungguhnya. Tampil cantik gak harus mahal koq karena cantik ternyata ada dalam diri kita.

woensdag 28 maart 2012


Pojok Opini  
ILC bentuk transparansi hukum
  P
 Oleh : Novita akria Putri

agi ini (24/3/12) ada diskusi serius antara saya dan bapak saya, ketika sarapan, saya sempatkan untuk mewawancarai beliau tentang acara Indonesia Lawyers Club dimana itu adalah acara favorit keluar kecil kami yang tidak mempunyai latar belakang sarjana hukum. Saya mulai dengan pertanyaan dasar “apa menurut bapak, acara ILC bagus?” “Oh… Bagus… ini adalah bentuk trasparansi hukum, jika ada satu kasus yang dilalaikan, dipeti eskan atau dibekukan, masyarakat jadi tahu dengan jelas apa yang terjadi dari tokoh-tokoh yang telah dihadirkan dalam acara tersebut untuk dapat dikonfirmasi kebenarannya… Ini termasuk acara yang berani untuk menguak segala kasus secara lebih detail. Membuat masyarakat melek hukum dan tahu bahwa masih ada pemerintah yang melenceng dalam tugasnya, serta membuat kita paham bahwa bukan hukumnya yang dipersalahkan tapi aparatnya yang sudah kehilangan moral. Acara ini menurut bapak, jika ada suatu masalah, maka menjadi tempat klarifikasi dan tempat dimana masyarakat dapat menarik kesimpulannya sendiri dengan menyaksikan panjangnya komentar dari bentuk klarifikasi-klarifikasi tersebut.”
“Tapi.. Mengapa bapak bilang aparatnya yang salah..?” lanjut pertanyaan saya, “ketika suatu kepemimpinan mulai luntur ketegasannya, mulai menenggelamkan kebijakkannya sebagai pemimpin teratas dinegeri ini, maka disitulah aparaturnya mulai kendur dan kadang terlihat seenaknya. Ketegasan pemimpin adalah kunci untuk menguak segala permasalahan, namun disayangkan, pemimpin yang ada malah lebih banyak bungkam untuk sebuah sikap ketegasan. Coba kita perhatikan kasus cek pelawat Nunun misalnya, sudah terlihat ketidak tegasan Presiden yang sebenarnya sangat berkuasa membuat Nunun mengaku hal yang sebenarnya, namun sayang tidak dilakukan. Begitulah, dalam acara inipun perlu banyak komentar yang disaring dahulu sebelum kita mengambil kesimpulan. Dan untuk para calon sarjana hukum dimasanya, ini merupakan awal pelajaran dimana jika banyak kesalahan yang melenceng untuk tidak diulangi dimasa nanti, dan ketidak-adilan yang semakin jelas sekarang, untuk masa nanti bisa ditegakkan kembali.”



“YANG MUDA YANG MENEGAKKAN HUKUM ”
Oleh : Novita akria Putri



Makna hukum bagi bangsa Indonesia adalah keadilan. Keadilan yang memenuhi persyaratan adalah yang benar, benar dan benar. Tidak ada aspek lain kecuali tiga aspek yang penulis sebutkan. Benar dalam berpikir, benar dalam bertindak, dan benar dalam memberi kedamaian. Cermin nurani adalah cermin yang paling tepat untuk bertanya, ada apa dengan hukum di Indonesia? Sedang Negara ini sah disebut Negara hukum dalam penjelasan UUD 1945 BAB 1, Bentuk dan Kedaulatan, Pasal 1. Negara hukum merupakan Negara yang menegakkan keadilan, menegakkan hukum, dan menegakkan segala peraturan yang ada dalam Negara itu untuk diamanatkan kepada pemerintah yang berkuasa dan dilakukan pelaksanaanya secara bersamaan antara pemerintah dan rakyatnya sehingga terbentuklah sebuah Negara hukum yang sesuai.
Jutaan orang suatu bangsa, menghendaki kematangan hukum untuk bertindak dan memberi solusi atas sebuah pertimbangan. Banyak yang salahkan hukum, namun kembalilah untuk melihat siapa yang menjalani hukum tersebut. Kesadaran sosial kiranya amatlah sulit untuk direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, dari yang melanggar peraturan lalu-lintas dengan menyeberang sembarangan atau para supir angkutan umum yang sangatlah berat untuk menggunakan seragam dan tanda pengenalnya dalam rangka melaksanakan peraturan yang belum lama dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan untuk mendisiplinkan angkutan umum yang mulai banyak melakukan pelanggaran dan untuk memberi rasa aman bagi masyarakat ketika mulai meluasnya tindak pemerkosaan supir angkutan umum kepada kaum perempuan. Sampai rentetan kasus korupsi yang mengantri untuk segera diselesaikan.
Pelaku hukum perlu kesadaran tinggi dalam menjunjung sebuah tanggung jawab, dari masyarakat sampai pemerintah yang berkuasa baiknya menyimpan teguh sikap amanah dalam dirinya. Maka mulailah dari hal terkecil, yaitu untuk para siswa dan mahasiswa sebaiknya mengemban dirinya untuk menjadi pribadi yang jujur dengan tidak mencontek, tidak meminta dibuatkan ketika harus membuat makalah atau skripsi. Awal hukum tegak adalah dimulai dari yang muda, awal semua bercermin ketika diri kita masih merasa rapi jadi ketika ada hal kecil yang mengganggu kerapian itu akan dengan mudah dibenarkan. Bukan ketika sudah kacau dan berantakan lalu bercermin terus menerus namun enggan membersihkan segala kekacauan pada dirinya.
Dalam sebuah wawancaranya yang singkat pada sebuah stasiun tv ternama, Hakim muda Mahkamah Konstitusi Prof.Dr.Hamdan Zoelva, SH., MH. Mengatakan “Hakim adalah negarawan yang mementingkan kepentingan bangsa dan negaranya. Tidak mementingkan kepentingan suatu kelompok sosial” makna yang terkandung dalam perkataan beliau sebagai seorang yang bertugas memutuskan, mempertimbangkan, dan memberikan keadilan adalah ketika diri  kita telah masuk dalam sebuah urusan yang berkaitan dengan publik maka bukanlah saatnya lagi meninggikan egois diri dan kelompok sendiri, namun secara merata harus menyeluruh kepada kepentingan rakyat.
11/03/12